5 Spesies Hewan Yang Berevolusi Dari Nenek Moyangnya - Loveleyla.com

Breaking

Sabtu, Juni 20, 2020

5 Spesies Hewan Yang Berevolusi Dari Nenek Moyangnya

Zaman dinosaurus telah lama punah dan telah mewariskan evolusi yang memunculkan spesies-spesies muda yang lebih fit dengan alam. Keluarga dari spesies raksasa tersebut terbagi menjadi banyak spesies dan subspesies. jejak-jejak fosil mereka tersebar di banyak wilayah di muka Bumi ini.

Nah, kira-kira apa saja spesies hewan modern yang memiliki nenek moyang berukuran besar dan mengerikan, ya? Mengapa hewan modern bisa sangat berbeda dengan nenek moyangnya? Berikut ulasan sainsnya.

1. Buaya modern memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil dibandingkan nenek moyangnya

Seperti dicatat dalam laman sains Smithsonian Mag, nenek moyang dari buaya cukup ditakuti di zaman dinosaurus. Jika buaya modern memangsa hewan-hewan herbivor semacam zebra atau rusa, nenek moyang buaya dapat memangsa seekor spesies T. rex.

Nenek moyang buaya yang memiliki nama ilmiah Deinosuchus hatcheri ini ada pada 70-80 juta tahun yang lalu. Panjangnya bisa lebih dari 12 meter dan akan menyambar dinosaurus yang sedang mencari sumber air di area sungai.

Mengapa buaya modern bisa sangat berbeda dengan buaya purba? Sebetulnya, secara umum tidak ada perbedaan mendasar antara buaya modern dengan nenek moyangnya. Namun, secara ukuran memang buaya modern jauh lebih kecil.

Hal ini berkaitan dengan prinsip evolusi di alam yaitu spesies yang ada di zaman purba harus bertahan hidup dengan adaptasi yang sangat ketat. Itu sebabnya, dalam kurun waktu puluhan juta tahun, mereka akan berevolusi menjadi spesies yang fit di alam yakni buaya yang berukuran kecil.

Beberapa penyebab deinosuchus mengalami evolusi menjadi buaya modern adalah faktor kelangkaan makanan dan menurunnya kadar oksigen di beberapa area Bumi purba. Rendahnya kadar oksigen Bumi kala itu hanya menyisakan spesies-spesies yang lebih kecil dan hemat oksigen.

2. Penyu memiliki nenek moyang berukuran raksasa

Penyu merupakan salah satu spesies yang dapat tumbuh cukup besar. Namun, nenek moyangnya yang bernama archelon memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar. Seperti dicatat Britannica, archelon ada pada akhir zaman kapur, yakni sekitar 66 juta tahun lalu.

Spesies archelon juga dilindungi oleh cangkang yang sama dengan penyu modern, namun lebarnya bisa mencapai 3 hingga 5 meter. Bobotnya juga terhitung sangat berat yakni mencapai lebih dari 2.000 kilogram.

Sayangnya, kondisi ekstrem di zaman purba mengharuskan penyu raksasa tersebut beradaptasi dengan sangat ketat. Jalur evolusinya membentuk spesies baru yakni penyu modern yang memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil.

3. Jika burung unta saja sudah cukup menakutkan, jangan sampai kamu bertemu dengan nenek moyangnya

Burung unta adalah salah satu spesies burung terbesar yang masih ada di dunia hingga kini. Burung ini merupakan jenis burung yang cukup agresif dan dapat menyerang manusia pengganggu secara brutal.

Spesies yang satu ini juga merupakan salah satu pelari tercepat di darat, lho. Meskipun mereka tidak dapat terbang, mereka dapat mempertahankan dirinya dengan sangat baik. Pasalnya, tendangan burung unta bisa mematikan bagi mamalia kecil dan bahkan bagi manusia.

NCBI dalam lamannya mencatat bahwa nenek moyang burung unta yang bernama phorusrhacidae merupakan salah satu burung terkuat yang ada di zamannya. Dengan tinggi mencapai lebih dari 2 meter, tentunya kamu gak akan mau berurusan dengan burung besar tersebut.

Namun, keberadaan phorusrhacidae telah lama punah. Meskipun mereka termasuk burung terkuat yang pernah ada, mereka tidak dapat menerima toleransi perubahan yang terjadi pada alam. Ternyata, kuat secara fisik memang belum tentu fit dengan alam, ya!

4. Anaconda yang sekarang ternyata gak ada apa-apanya dibandingkan dengan titanoboa

Jika anaconda dan ular sanca hanya memiliki panjang rata-rata sekitar 4 sampai 6 meter, nenek moyangnya yang diberi nama titanoboa bisa mencapai panjang 13 hingga 17 meter dengan berat sekitar 1 ton, dilansir laman National Geographic.
5 Spesies Hewan Yang Berevolusi Dari Nenek Moyangnya
Menurut laman Smithsonian Magazine, ular besar tersebut ada setelah era kepunahan dinosaurus dan menjadi salah satu predator terbesar di muka Bumi. Bukan hanya memangsa mamalia darat, titanoboa juga disebut-sebut sebagai pemangsa buaya purba.

Namun, bahkan dengan kekuatan yang sangat masif, ular raksasa tersebut tetap tidak dapat menjadi penyintas di alam liar. Hukum alam berlaku cukup kejam terhadap titanoboa. Pasalnya, selain pasokan makanan yang menipis, ular besar tersebut juga punah dengan kematian perlahan akibat berkurangnya kadar oksigen di Bumi secara ekstrem.

5. Siapa sangka, T. rex merupakan nenek moyang dari ayam

Ya, fakta ini cukup mengejutkan bagi banyak orang. Faktanya, ayam modern yang ada saat ini memiliki jalur kesamaan evolusi dengan T. rex, spesies keluarga dinosaurus yang terkenal buas dan ditakuti oleh spesies lainnya.

Seperti dicatat dalam Live Science, berdasarkan penelitian dan studi biomolekuler, ayam memiliki garis kesamaan dengan T. rex (Tyrannosaurus rex) yang telah punah 65 juta tahun silam. Fosil dari T. rex yang diteliti memiliki senyawa protein kolagen yang sama dengan ayam modern. Bukan hanya itu, T. rex dan ayam modern memiliki jenis asam amino dan DNA yang sama. Dengan tiga kesimpulan yang saling berkaitan tersebut, ilmuwan mengatakan bahwa besar kemungkinan T. rex adalah nenek moyang dari ayam modern.

Tentu, ayam modern tidak serta merta muncul begitu saja. Ada proses evolusi dengan rentang puluhan juta tahun di sana. Tentu fosil dari spesies-spesies transisi antara T. rex dan ayam juga menunjukkan bukti kuat bahwa kedua spesies beda ukuran tersebut memiliki alur kekerabatan yang sangat dekat.

Itulah lima spesies hewan modern yang ternyata memiliki nenek moyang berukuran raksasa. Gak nyangka ternyata ayam modern adalah keturunan dari dinosaurus, ya.

Tidak ada komentar: