Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tindakan Medis Pemberian Obat-obatan Kemoterapi yang Diterapkan SehatQ.com

Kemoterapi
Tentu Anda sering mendengar istilah kemoterapi yang dikenal sebagai tindakan medis untuk menangani sakit kanker berbagai jenis. Tindakan ini memiliki beberapa efek, sehingga sebelum melakukan nya harus mengetahui terkait keuntungan dan kekurangannya.

Tahapan Pemberian Obat-obatan Kemoterapi

Kemoterapi sendiri adalah suatu tindakan pengobatan untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh penderitanya. Peranannya yaitu untuk menghentikan pertumbuhan sel jahat tersebut karena jika dibiarkan maka dapat berkembang pesat dan membuat tubuh tidak berdaya.

1.   Pemberian Obat-obatan dengan Teknik  Injeksi

Cara ini dilakukan dengan menyuntikkan langsung ke tubuh pasien. Banyak yang berpendapat perawatan kemo ini menimbulkan rasa sakit, hal ini bisa terjadi karena proses pemberian obatnya. Sebaiknya sebelum melakukannya ketahui efek samping pada masing-masing metodenya.

Tindakan medis ini dapat mengakibatkan rasa ngilu pada bekas suntikan. Dari beberapa metode pemberiannya memiliki tingkat keberhasilan yang hampir sama. Selain itu faktor pendukungnya yaitu tergantung dengan jenis kankernya, tingkat keparahan, status kesehatan tubuh, serta usia.

2.   Pemberian Obat-obatan Melalui Infus

Teknik pemberian obat kemo ini paling banyak diterapkan, karena lebih mudah diserap oleh tubuh serta berbentuk cairan. Hal ini akan memberi ruang bagi penderita yang tidak dapat mengkonsumsi obat dalam bentuk tablet. Penanganan ini harus dilakukan ahlinya dan tidak boleh sembarangan.

Saat menginfus akan dialirkan ke pembuluh darah vena, obat di dalamnya akan dimasukkan ke lengan atau dada pasien. Terdapat berbagai jenis obat yang digunakan dengan takaran serta dosisi tertentu, penerapannya juga berbeda karena terdapat beberapa macam kanker yang sudah ada.

3.   Pemberian Obat-obatan dengan Oral

tindakan penyembuhan kanker ini harus segera dilakukan sebelum mencapai stadium 4, karena taruhannya adalah nyawa. Cara yang digunakan dalam tahap ini adalah dengan oral yaitu pasien nantinya diberi pil, kemudian diminum sesuai prosedur sudah diarahkan.

Terapi ini dapat dilakukan di rumah dengan mandiri, namun hambatannya adalah ketersediaan obat masih cukup sedikit. Sebelumnya pastikan meminumnya sesuai dosis yang pas. Setelah mengkonsumsinya pastikan Anda tidak panik karena akan terjadi reaksi seperti muntah, dan lainnya.

4.   Langsung ke Sel Kanker

Pemberian obat ini biasanya akan dilakukan setelah proses operasi selesai. Sistemnya yaitu alat berbentuk wafer akan ditempelkan ke dalam tubuh. Seiring berjalannya waktu maka akan hancur dengan sendirinya dan melepaskan obat di dalamnya untuk membantu proses penyembuhan.

Obat-obatan ini terdapat beberapa jenis, pengelompokannya berdasarkan cara kerja, struktur kimia, serta interaksinya dengan jenis lain. saat mengkonsumsinya selalu ikuti arahan dari dokter. Agar proses penyembuhan lebih cepat bangun pikiran positif dan mencoba membahagiakan diri sendiri.

5.   Langsung ke Satu Area Tubuh

Beberapa jenis obat kemo ini dapat diterapkan langsung ke area tubuh, misalnya di rongga dada, sistem saraf pusat, perut, atau uretra yang berada di kandung kemih. Setelah menjalankan proses ini beberapa efek samping bisa dirasakan, usahakan jangan panik karena bisa memperburuk kondisi.

Beberapa efek sampingnya yaitu mulut kering, lemahnya konsentrasi serta daya ingat menjadi lebih pendek, gangguan pencernaan, rambut rontok, dan sebagainya. efek tersebut cenderung beragam pada setiap orangnya karena beberapa faktor mulai dari usia, obatan yang digunakan, atau lainnya.

Penyakit kanker sendiri merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya untuk itu harus mendapatkan tindakan medis yang tepat untuk menunjang penyembuhannya. Setelah mengetahui gejalanya jangan pernah mengabaian sebelum mencapai tingkat lebih parah.